Gresik – Gerakan Literasi Sekolah Generasi Kesepuluh (GLS Gen-10) resmi dibuka pada Selasa, 12 Agustus 2025 di Aula lantai 2 SMA Negeri 1 Gresik. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Gresik, Tohir, dengan mengusung tema “Menguatkan Budaya Literasi Sekolah dengan Semangat Perintis (Pelajar Responsif, Inovatif, Nasionalis, Terampil, Inspiratif, dan Solutif)”.

Pembukaan GLS Gen-10 berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Seluruh wali kelas bersama 431 siswa kelas X yang tergabung dalam 12 rombongan belajar (rombel) tampak memenuhi Aula sekolah sejak pagi hari. Kehadiran ratusan siswa ini menjadi bukti bahwa program literasi telah menjadi bagian penting dalam ekosistem pembelajaran di SMA Negeri 1 Gresik.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 1 Gresik Bapak Tohir menyampaikan bahwa GLS bukan sekadar program tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan untuk membentuk karakter pelajar.

“Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi tentang cara berpikir kritis, berani menyampaikan gagasan, serta mampu memberi solusi. GLS Gen-10 diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi siswa untuk menjadi pelajar perintis,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan pembukaan diawali dengan deklarasi literasi, yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X. Deklarasi ini kemudian diperkuat dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesungguhan siswa dalam menyelesaikan seluruh tugas literasi secara disiplin dan tepat waktu.

Ketua Pelaksana GLS Gen-10, Jaenuri, menjelaskan bahwa deklarasi tersebut menjadi pondasi utama keberhasilan GLS tahun ini.

“Kami ingin siswa memiliki kesadaran sejak awal bahwa menulis adalah proses panjang yang membutuhkan komitmen. Tanda tangan komitmen ini bukan formalitas, tetapi pengingat bahwa setiap karya harus diselesaikan dengan tanggung jawab,” ujarnya.

Suasana Aula semakin semarak ketika 12 wali kelas turut ambil bagian dalam senam literasi. Aksi ini disambut riuh tepuk tangan, sorakan, dan dukungan dari para siswa. Partisipasi wali kelas dalam senam literasi menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya wali kelas terlibat langsung secara simbolik dalam rangkaian pembukaan GLS.

Salah satu wali kelas kelas X menyampaikan bahwa keterlibatan guru merupakan bentuk dukungan moral bagi siswa.

“Kami ingin siswa merasa didampingi, bukan dibebani. Dengan terlibat langsung, kami berharap bisa memberi motivasi agar siswa lebih percaya diri dalam berkarya,” tuturnya.

Melalui GLS Gen-10, SMA Negeri 1 Gresik menargetkan lahirnya 12 buku antologi karya siswa dari masing-masing rombel, serta satu buku antologi karya guru. Target tersebut menjadi bukti konkret bahwa GLS tidak berhenti pada proses, tetapi menghasilkan karya nyata yang dapat dibaca dan dikenang.

Menurut Jaenuri, capaian tersebut sejalan dengan semangat Perintis yang diusung tahun ini.

“Kami ingin siswa tidak hanya menjadi penulis pemula, tetapi perintis yang berani memulai, berproses, dan menyelesaikan karya hingga menjadi buku,” tambahnya.

Usai rangkaian seremonial pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan materi penulisan. Seluruh siswa kelas X dibagi ke dalam empat kelas paralel untuk mendapatkan materi sesuai genre masing-masing. Materi penulisan esai disampaikan oleh Jaenuri, penulisan cerpen oleh Kuswanto, Konsultan Pengembangan Masyarakat dan Pendidikan Populer, penulisan puisi oleh Kris Adji A.W, pemilik Mataseger, serta penulisan artikel oleh Chusnul Cahyadi, wartawan 1minute.id.

Salah satu siswa kelas X mengaku antusias mengikuti GLS Gen-10.

“Saya senang karena bisa memilih jenis tulisan yang saya sukai. Semoga dari GLS ini saya bisa menghasilkan karya yang benar-benar jadi buku,” ujarnya.

Dengan terlaksananya pembukaan GLS Gen-10 ini, SMA Negeri 1 Gresik kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya literasi yang kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan. GLS Gen-10 diharapkan tidak hanya melahirkan karya tulis, tetapi juga membentuk pelajar yang responsif, inovatif, nasionalis, terampil, inspiratif, dan solutif sesuai dengan semangat Perintis.

Penulis : Zakiyah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *